Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Mahmoud Darwish : Mencari Rumah dalam Setiap Larik Puisi

Gambar
Foto : Mahmoud Darwish  Bagi bangsa Palestina, dan bagi siapa pun yang pernah merasakan pedihnya kehilangan, nama Mahmoud Darwish bukan sekadar nama penyair. Ia merupakan sebuah peta. Di tangannya, kata-kata bukan hanya alat komunikasi, melainkan tanah air yang dibangun kembali saat tanah yang nyata dirampas oleh sejarah. Mahmoud Darwish adalah Penyair Nasional Palestina yang diakui secara global sebagai salah satu sastrawan Arab paling berpengaruh di abad ke-20. Lahir pada tahun 1941 di desa al-Birwa, ia menjadi saksi hidup peristiwa Nakba 1948. Di tangan Darwish, tanah Palestina bukan sekadar geografi, melainkan simbol dari kehilangan 'Eden' dan harapan akan kebangkitan di tengah derita perampasan. Ia adalah personifikasi dari penyair-pejuang; sosok yang membuktikan bahwa puisi bukanlah kata-kata pasif, melainkan tindakan yang lahir dari kedalaman tradisi dan iman. Hebatnya Darwish, ia bisa mengubah pedihnya menjadi karya seni yang sangat indah. Lewat kata-katanya yang t...