MISBAH III: Saat Bahasa Arab Tampil sebagai Seni, Sastra, dan Ruh Peradaban


Foto : Penyerahan juara lomba MQK

Kamis, 25 Juni 2026 kemarin menjadi hari yang spesial untuk para pecinta bahasa Arab di Jawa Tengah dan DIY. UKM Al Izzah UIN Sunan Kudus sukses menggelar MISBAH III (Musabaqoh 'Arobiyah Al Islamiyah), ajang kompetisi bahasa Arab yang tahun ini mengangkat tema "Festival Kreativitas Arab: Menghidupkan Bahasa Arab sebagai Seni, Sastra, dan Ruh Peradaban". Melalui tema ini, bahasa Arab tidak lagi diposisikan sebagai pelajaran yang kaku, tapi dihidupkan kembali sebagai sesuatu yang punya rasa, jiwa, dan jadi bagian dari peradaban yang terus berkembang.

Acara ini diikuti oleh peserta dari tingkat Madrasah Aliyah dan Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah dan DIY, dengan empat cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu Qiroatus Syi'ir, Khitobah, MQK, dan Ghina' Arobiy. Pembukaan acara dilaksanakan di Lantai 3 Lab Terpadu, lalu lomba Khitobah berlangsung di Lantai 2 SBSN Gedung Fakultas Tarbiyah, MQK di Lantai 1 gedung yang sama, sementara Qiroatus Syi'ir dan Ghina' Arobiy digelar di Laboratorium Bahasa Lantai 3. Pembagian lokasi ini membuat suasana kampus terasa hidup di banyak sudut sekaligus, dari lantunan syair yang syahdu sampai orasi yang menggebu-gebu.

Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, acara dilanjutkan dengan seminar yang diisi langsung oleh Gus Maulana Al Arief, menjadi penyegar sekaligus pengikat makna dari seluruh rangkaian MISBAH III. Materinya mengingatkan bahwa belajar bahasa Arab bukan hanya soal teknik dan kefasihan, tapi juga soal menghidupkan ruh di baliknya. Barulah setelah seminar usai, momen yang paling dinanti-nantikan tiba, yaitu pengumuman juara lomba, lengkap dengan tepuk tangan dan rasa bangga dari para peserta dan pendukungnya.


Foto : Panitia Misbah III 2026

MISBAH III membuktikan bahwa bahasa Arab bisa dirayakan dengan cara yang segar dan menyenangkan. Lewat syair yang dibacakan, pidato yang disampaikan, kitab yang dikaji, hingga lagu yang dinyanyikan, para peserta tidak hanya berlomba untuk menang, tapi juga ikut menghidupkan kembali bahasa Arab sebagai seni, sastra, dan ruh peradaban, sesuai dengan tema besar yang diusung tahun ini. Sampai jumpa di MISBAH selanjutnya!
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Sosok Lora Ismail Al-Kholilie, Cucu Syaikhona Kholil Asal Bangkalan Yang Penuh Inspiratif Bagi Kalangan Pecinta Bahasa Arab

Kisah Dibalik Pengarang Kitab JURUMIYYAH

Abu Aswad Ad-Du'ali Sang Penemu Harakat