Sambut Harlah UIN Sunan Kudus ke-60, UKM Al-Izzah Gelar Dauroh Madrasah 2026 di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus

Foto : Peserta teraktif putra dalam acara dauroh madrasah 2026

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang memiliki kedudukan penting dalam Islam karena menjadi bahasa Al-Qur'an dan hadis. Berangkat dari semangat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama, UKM Al Izzah UIN Sunan Kudus kembali menyelenggarakan kegiatan Dauroh Madrasah 2026 di Pondok Pesantren Putra Muhammadiyah Kudus dan Pondok Pesantren Putri Muhammadiyah Kudus. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, dimulai dengan acara pembukaan pada 26 Juli 2026, dilanjutkan pembelajaran intensif pada 27–30 Juli 2026, dan ditutup pada 2 Agustus 2026.

Acara pembukaan berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh pengurus pondok pesantren, panitia, para mudarib, serta seluruh santri peserta dauroh. Ketua pelaksana, Akhi Ridhwan Khaeruddin Noor, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mempelajari bahasa Arab merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap muslim. Menurutnya, kemampuan berbahasa Arab akan memudahkan seseorang dalam memahami isi Al-Qur'an dan hadis secara langsung sehingga ilmu yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan sungguh-sungguh, serta tidak ragu untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Arab meskipun kegiatan dauroh telah berakhir.

Selama empat hari pembelajaran, mulai Senin hingga Kamis, 27–30 Juli 2026, para santri mengikuti berbagai materi dasar bahasa Arab yang disampaikan secara bertahap. Kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diselingi latihan kosakata, percakapan sederhana, diskusi, dan berbagai aktivitas yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Pendekatan yang digunakan para pengajar membuat para santri lebih aktif bertanya, berlatih berbicara, dan berani menggunakan bahasa Arab dalam proses pembelajaran.


Proses Pembelajaran di Ponpes Putra

Proses Pembelajaran di Ponpes Putri

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, UKM Al Izzah menugaskan 12 mudarib yang terdiri atas delapan mudarib putri yang mengajar di Pondok Pesantren Putri Muhammadiyah Kudus dan empat mudarib putra yang mengajar di Pondok Pesantren Putra Muhammadiyah Kudus. Seluruh mudarib bekerja sama mempersiapkan materi, mengelola kelas, serta mendampingi para santri selama proses pembelajaran berlangsung. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para pengajar maupun peserta menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan penuh motivasi.


Foto : Panitia Dauroh Madrasah 2026

Rangkaian kegiatan Dauroh Madrasah 2026 kemudian ditutup pada Minggu, 2 Agustus 2026. Penutupan menjadi momen yang penuh rasa syukur setelah seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan tentang bahasa Arab, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa UKM Al Izzah UIN Sunan Kudus dengan keluarga besar Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus. Melalui kegiatan ini diharapkan para santri semakin termotivasi untuk mempelajari bahasa Arab sebagai bekal dalam memahami Al-Qur'an dan hadis, sementara para mudarib memperoleh pengalaman berharga dalam mengamalkan ilmu serta mengembangkan kemampuan mengajar. Semoga Dauroh Madrasah dapat terus menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata UKM Al Izzah UIN Sunan Kudus dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai bahasa Arab.


Penulis : Najwa

Korektor : Niken 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Sosok Lora Ismail Al-Kholilie, Cucu Syaikhona Kholil Asal Bangkalan Yang Penuh Inspiratif Bagi Kalangan Pecinta Bahasa Arab

Kisah Dibalik Pengarang Kitab JURUMIYYAH

Mengenal Sosok Ibnu Malik, Sang Ulama Revolusioner di Bidang Bahasa Arab